panen dan pascapanen

Posted: April 29, 2012 in News

PANEN

Tanaman lidah buaya dimanfaatkan getah lendirnya atau gel daun yang telah mengental. Oleh karena itu, pemungutan hasil dilakukan setelah produksi gelnya tinggi. Hal ini ditandai dengan ukuran pelepah daun yang besar, ketebalan pelepah daun sudah maksimal, dan daun berwarna hijau tetapi tidak tua. Bila daun telah tua kandungan gelnya berkurang.

Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman  berumur 8 – 10 bulan, dan ketebalan daun kira-kira 40 cm – 50 cm, dengan berat 300 g – 600 g. Hal ini tergantung kepada kesuburan tanaman dan media penanamnya. Apabila ditanam dalam pot, berat daun ± hanya 1 ons – 2 ons per batang. Panen dapat dilakukan secara berkala 1 – 2 minggu sekali dengan cara memotong pangkal daun yang dimulai dari pelepah daun bagian bawah, karena daun bagian bawah ini bila dibiarkan terlalu lama akan meyentuh tanah sehingga membusuk.

Tiap pelepah dapat mencapai 300 g – 600 g berat basah, sedangkan populasi tanaman per ha dapat mencapai 40.000 – 60.000 tanaman. Dengan demikian, 1 ha tanah dapat menghasilkan 12 ton – 36 ton berat basah. Di Pontianak harga lidah buaya yang masih bekulit Rp 300,00 per kg dan biasanya dijual dalam bentuk cendol lidah buaya untuk konsumsi. Lidah buaya yang sudah dikupas dan berupa gel siap dikonsumsi dijual dengan harga Rp 1.200,000 per kg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s